Tag: madinah indah wisata

Tantangan dan Inovasi untuk Pelaksanaan Haji 2019

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

Menteri Agama (Menteri Agama) Lukman Hakim Saifuddin berharap delapan inovasi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan Haji 2019 dipersiapkan secara matang. Diskusi tentang kedelapan inovasi ini terjadi pada rapat kerja nasional (Rakernas) yang mengevaluasi pelaksanaan Haji 1439 H / 2019 M.

“Rapat Kerja Nasional kali ini memiliki dua hal utama yang akan dibahas. Pertama adalah mengevaluasi dan menilai 10 inovasi yang telah dilakukan selama tahun 2018 haji dan yang kedua mempersiapkan delapan inovasi untuk ziarah 2019,” kata Menteri Agama Lukman. mengatakan setelah menghadiri pembukaan Rakernas di Merlynn Park Hotel. Jakarta Pusat, Selasa (2/10).

Setidaknya ada delapan inovasi yang akan dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk pelaksanaan ziarah 2019. Diantaranya, pelaksanaan trek cepat atau jalur cepat imigrasi dari semua peziarah di 13 embarkasi, menyewakan semua akomodasi di Madinah dengan pola musim penuh, dan penyempurnaan bimbingan pada manasik bimbingan.

Untuk pelaksanaan jalur cepat, tahun ini telah dilakukan tetapi hanya untuk calon jamaah yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta. Pada 2019, diharapkan inovasi ini dapat dilakukan di setiap embarkasi.

Keinginan untuk inovasi ini untuk dikembangkan tidak hanya berasal dari Kementerian Agama saja. Lukman bahkan mengatakan bahwa dari jajaran Imigrasi Indonesia dan Angkasa Pura juga mendukung hal ini. Bahkan, mereka berharap bahwa jalur cepat ini tidak hanya berlaku pada saat keberangkatan tetapi juga untuk para peziarah yang kembali.

Bagi Lukman, salah satu tantangan jika inovasi ini akan dilaksanakan adalah untuk meyakinkan imigrasi Arab Saudi. Kerja keras pemerintah Indonesia untuk menerapkan inovasi ini diperlukan.

Tantangan lain adalah untuk peziarah Indonesia. Petugas dari awal sebelum keberangkatan harus menyiapkan format penerbangan, grup, serta tim, termasuk posisi duduk di pesawat.

Hal ini dianggap penting karena implikasi dari jalur cepat ini adalah ketika mereka meninggalkan pesawag, setiap tim atau kelompok akan berjalan bersama. Kelompok ini juga didorong untuk memasuki bus ke pesawat.

Persiapan lain untuk mengelompokkan koper. Kecepatan, akurasi, dan akurasi tidak hanya untuk calon peziarah tetapi juga barang bawaan mereka.

Mengenai sistem sewa hotel di Madinah, Menteri Agama berharap bahwa pada tahun 2019 itu dapat sepenuhnya disewa selama musim Haji. Penerapan akomodasi sewa di Madinah memang berbeda dari kondisi di Mekkah.

Harapannya adalah sepanjang tahun akan menjadi musim penuh sehingga tidak ada lagi masalah yang terkait dengan para peziarah yang ditempatkan di luar radius terjangkau Masjid Nabawi. Juga untuk kepastian bagi peziarah kami yang datang pertama baik langsung dari negara atau dari Mekkah, “katanya.

Inovasi ketiga, memberikan nomor tenda baik di Arafah dan Mina. Selama waktu ini para peziarah Indonesia hanya percaya pada tebusan yang diberikan dan disiapkan oleh Muassasah.

Ternyata ada banyak sengketa dan klaim kepemilikan tenda di lapangan. Untuk menghindari ini, penomoran akan diberikan tahun depan.

Kemudian para peziarah sebelum pergi diberi informasi tentang akomodasi di Mekah, Madinah, serta nomor tenda di Arafah dan Mina. Untuk melaksanakan inovasi ini, petugas harus lebih akurat, teliti dan hati-hati dalam mengelompokkan jamaah. Ini juga terkait dengan inovasi jalur cepat.

Keempat, Kementerian Agama akan merevitalisasi unit operasi atau petugas yang berada di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina). Armina dianggap sebagai titik penting di mana stamina dan kekuatan fisik para peziarah diuji.

“Ini adalah titik di mana stamina jemaat rendah, kualitas fisik juga melemah, tetapi pada saat yang sama dituntut untuk melakukan aktivitas fisik. Belum lagi mereka tinggal di tempat yang tidak nyaman dan berjalan jauh ke Jamarat. Sekarang revitalisasi petugas diperlukan, “kata Lukman.

Revitalisasi petugas ini tidak hanya melihat kompetensi dan kualifikasi para perwira. Jumlah yang dibutuhkan untuk setiap posting akan dipertimbangkan.

Akhirnya, untuk sistem pelaporan, Menteri Agama berharap tahun depan akan sepenuhnya terintegrasi dan menggunakan sistem digitalisasi. Dia ingin para petugas membuat sistem pelaporan tidak lagi tertulis di atas kertas.

Baginya, kondisi ini tidak efisien dalam hal waktu dan kondisi. Dengan banyaknya kertas yang tersedia dari setiap laporan, penempatan dan pemeliharaan harus diperhitungkan.

“Semuanya harus dilakukan dalam sebuah aplikasi. Suatu sistem yang akan kita buat di masa depan. Saya berharap hasil evaluasi hasil tahun ini dapat dirumuskan dan menjadi rekomendasi,” kata Lukman.

Gubernur Makkah Memuji Pelaksanaan Haji Indonesia

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

Gubernur Makkah, Pangeran Khaleed Al-Faisal, memanggil perwakilan negara-negara yang mengirim warga negaranya ke ziarah tahun ini. Pujian ditujukan untuk semua negara karena mereka dianggap berhasil dalam melaksanakan ibadah haji.

“Dia menyatakan penghargaan yang tinggi kepada semua negara yang mengirim peziarah mereka, terutama Indonesia dengan banyak peziarah,” kata Konsul Jenderal RI untuk Jeddah M Hery Saripudin dalam Rapat Kerja Nasional untuk Mengevaluasi Pelaksanaan Haji 1439 H / 2018 di Tengah Jakarta, Selasa (10/2).

Dia mengatakan, Pangeran Khaleed memuji mobilitas 221.000 peziarah Indonesia saat berada di Tanah Suci. Dia mengatakan, Pangeran Khaleed melihat para peziarah Indonesia untuk melakukan haji dengan tertib.

“Hanya Indonesia, satu-satunya negara di dunia yang mengirim banyak peziarah dengan begitu rapi, sangat disiplin dan melibatkan semua komite nasional,” katanya.

Karena itu, kata Hery, Pangeran Khaleed mengapresiasi pelaksanaan haji dari Indonesia. Selain itu, tahun ini jalur cepat atau sistem jalur cepat mulai dinikmati oleh hampir 70 ribu peziarah Indonesia.

Layanan jalur cepat membuat peziarah dari Indonesia tidak perlu tinggal lama di bandara setibanya di Arab Saudi. Meski demikian, ia meminta Kementerian Agama untuk terus berinovasi menjawab tantangan Haji tahun depan.

Kementerian Agama (Kemenag) mengadakan rapat kerja nasional (Rakernas) untuk mengevaluasi pelaksanaan Haji di 1439H / 2018M. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali mengatakan bahwa pelaksanaan ibadah haji merupakan kegiatan dengan kompleksitas tinggi.

“Pelaksanaan ibadah haji 2018 harus dilihat sebagai kegiatan yang tidak sederhana. Ada kerumitan yang tinggi. Dan belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kita harus memiliki inovasi agar bisa mengadakan haji yang lebih baik,” kata Nizar.

Langkah-langkah untuk perbaikan dan inovasi menurut Nizar harus selalu dilakukan terutama dalam hal manajemen implementasi. Ini agar citra baik yang dimiliki Indonesia dan menjadi contoh bagi negara lain dapat dipertahankan dan dipertahankan.

Kerumitan yang terjadi selama pelaksanaan ibadah haji menuntut kerja sama dari berbagai aspek dan institusi terkait. Pekerjaan ini bukan hanya tugas Departemen Agama, tetapi dengan kementerian dan lembaga lain yang terkait.

Kementerian Agama: 94 Persen Peziarah yang Puas akan Layanan Haji


Madinah Indah Wisata Tempatnya Umroh Murah Di JAKARTA

Tim Inspektorat Jenderal Departemen Agama (Kemenag) melakukan survei kepuasan peziarah pada ziarah tahun 2018. Menurut hasil survei, 94 persen dari peziarah merasa puas dengan layanan haji yang disediakan oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Muhammad Tambrin menjelaskan bahwa survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 720 responden di Madinah, 700 responden di Mekkah, dan 700 responden selama fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina). Menurutnya, penelitian tentang tingkat kepuasan jamaah haji terhadap layanan haji yang dilakukan oleh partainya menggunakan tabulasi Isaaq dan Michael Model. Hasil survei ini, menurut dia, menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Tingkat kesalahan marjin hanya satu persen. Jadi hasilnya menunjukkan signifikansi peningkatan layanan luar biasa,” kata Tambrin seperti dikutip dari situs resmi Departemen Agama pada Minggu (30/9).

Dia mengatakan, dalam hal layanan akomodasi di Mekkah, 97 persen jamaah mengungkapkan kepuasan. Sementara itu, di Madinah 75 persen jamaah merasa puas, 22 persen mengatakan mereka tidak puas dan tiga persen mengatakan mereka tidak tahu.

Untuk layanan katering ada juga banyak jamaah yang puas, baik di Mekah maupun di Madinah. Menurutnya, sebanyak 98 persen jemaat menyatakan puas dengan layanan katering yang disediakan.

Namun, menurut dia, yang masih perlu ditingkatkan adalah ibadah sholat lima kali (shalawat), di mana tingkat kepuasan jamaah hanya 70 persen. Oleh karena itu, diharapkan bahwa di masa depan tidak akan ada lagi masalah AC, ketepatan waktu atau dugaan default driver terutama selama shift malam. “Tingkat kepuasan jamaah adalah 70 persen dan 25 persen mengatakan mereka tidak puas dan lima persen mengatakan mereka tidak tahu,” kata Tambrin.

Penting! 5 Tips Pengepakan Sebelum Perjalanan Umroh

TIps Umroh Madinah Indah Wisata 

(Umroh Murah Di Jakarta)

Agar perjalanan Umroh aman dan menyenangkan, berikut adalah beberapa tips untuk mengemas dengan pilihan pakaian yang tepat untuk dipakai selama perjalanan Umrah.

Selain ibadah, umroh juga sering digunakan sebagai momen wisata religi yang menyenangkan oleh turis asing, termasuk turis asal Indonesia. Datang ke tempat yang paling dimurnikan oleh umat Islam di dunia, ada banyak hal yang harus diperhatikan dengan seksama, salah satunya adalah memilih pakaian yang tepat untuk dipakai selama perjalanan Umrah.

Memiliki iklim dan budaya yang berbeda jauh dari Indonesia adalah alasan utama mengapa ‘memilih pakaian yang tepat’ menjadi sesuatu yang harus diperhatikan dengan seksama. Apalagi jika Dream Travel Friend adalah seorang wanita.

Pasalnya, setiap wanita yang tinggal di Arab Saudi tampaknya memiliki jenis pakaian yang sama, yaitu jubah panjang dengan warna netral tidak mencolok. Desainnya dibuat longgar tanpa menunjukkan kurva sedikitpun. Tentu saja desain dan nada warna jarang dimiliki oleh orang Indonesia.

Nah, agar perjalanan umrah aman dan menyenangkan, berikut beberapa tips untuk mengemas dengan pilihan pakaian yang tepat untuk dipakai selama perjalanan umroh. Mari kita simak ulasan berikut secara langsung.

1. Jangan membawa pakaian yang terlalu sedikit

Banyak wisatawan menyukai sesuatu yang sederhana dan sederhana. Tidak heran, ketika bepergian ke luar negeri para turis hanya membawa beberapa potong pakaian untuk berlibur selama 1 minggu.

Perjalanan berbeda dari Umrah. Bawalah beberapa pasang pakaian sopan selama perjalanan Umrah. Negara Arab Saudi, yang bisa memiliki suhu 51 derajat Celcius, akan terasa sangat panas dan membutuhkan seseorang untuk sering berganti pakaian. Sementara di musim dingin juga, orang-orang Arab akan merasa sangat kedinginan dan harus memakai pakaian tebal.

2. Bawa beberapa syal

Bawa beberapa lembar syal dengan bahan yang tepat (cepat menyerap keringat) dan nada warna netral tidak mencolok. Jangan hanya membawa 1 syal karena syal akan basah oleh keringat selama perjalanan Umrah dan dibutuhkan waktu lebih lama untuk mencuci dan mengeringkannya.

3. Bawa jubah yang cocok

Bawa 3 hingga 4 potong jubah longgar dengan bahan non-panas dan nada warna netral untuk berbaur dengan komunitas lokal di Arabia. Meskipun perjalanan Umrah sering dihabiskan beribadah di masjid, Friends of Dream Travel juga akan menghabiskan berjam-jam di jalan untuk mengelilingi Masjid Haram, melakukan Tawaf, dan bahkan melakukan Sa’i dari Gunung Safa ke Marwa yang akan menguras keringat dan energi.

4. Pakaian dalam

Bawalah beberapa potong kaus dan celana harem sebagai pakaian dalam. Pilih kaos ketat dengan bahan yang menyerap keringat dan celana ketat dari bahan katun yang tidak membatasi gerakan selama perjalanan Umrah. Memakai dan membawa ‘bra olahraga’ juga merupakan pilihan yang tepat karena mudah menyerap keringat dan mudah kering saat dicuci.

5. Sepatu dan alas kaki

Bawalah 1 pasang sandal, 1 pasang sepatu datar dan banyak kaus kaki saat membuat umrah. Ketika melakukan pemujaan seperti di Masjidil Haram, Tawaf dan Sa’i tidak perlu memakai alas kaki seperti sandal sehingga memakai kaos kaki menjadi pilihan yang sangat baik sehingga kaki selalu terlindungi.

Selain beberapa tips di atas, siapkan mental dengan hati-hati dan rajin berolahraga sebelum melakukan perjalanan umrah. Karena, perjalanan ibadah di Tanah Suci akan sangat menguras tenaga. Dan olahraga dapat membantu melatih kekuatan fisik kita.

Gubernur Kalimantan Selatan Menyambut Kedatangan Peziarah Haji Kloter Terakhir

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyambut kedatangan peziarah peziarah terakhir untuk mendaratkan Syamsuddin Noor, Banjarmasin pada hari Senin, 24 September 2018. Mereka bergabung dalam kelompok 017.

Sahbirin merasa bersyukur karena semua kegiatan keberangkatan dan kembalinya ziarah berjalan lancar dan baik.

Ketika tiba, rona bahagia juga merupakan rasa terima kasih dan emosi, terlihat di wajah para jamaah Haji Selatan yang baru saja tiba dari Madinah, Arab Saudi.

Satu demi satu para peziarah yang turun dari pesawat disambut oleh Gubernur Sahbirin dengan berjabat tangan. Beberapa anggota peziarah melakukan sujud syukur di bandara.

“Alhamdulillah, para peziarah dapat kembali ke Bani sehat dan aman. Mudah-mudahan itu bisa menjadi ziarah yang diberkati, yang membawa berkah untuk Banua,” Sahbirin mengatakan, seperti dilansir Antara, Selasa (25/9/2018).

Ia menilai, pelaksanaan ziarah tahun ini berjalan lancar dan lancar. Sahbirin berharap bahwa di tahun-tahun mendatang, layanan haji, khususnya di embarkasi di Banjarmasin dapat terus ditingkatkan dengan melengkapi semua fasilitas layanan di asrama Haji dan saat bepergian.

“Ya, kami terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan haji,” kata Sahbirin.

Menurut Sahbirin, salah satu upaya untuk meningkatkan layanan haji adalah dengan mempercepat pembangunan Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, yang akan selesai pada 2019.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan Noor Fahmi mengatakan, kelompok debarkasi Banjarmasin 017 adalah penerbangan terakhir.

Menurut dia, semua anggota jemaat dan para jamaah Haji Selatan telah kembali ke tanah air mereka. Noor Fahmi mengatakan, ada satu anggota Haji dari Kabupaten Tapin yang masih sakit dan dirawat di Arab Saudi akan dipulangkan setelah sehat.

“Alhamdulillah, semua peziarah dan jemaah haji dapat kembali hari ini. Kami juga berdoa, semoga para jamaah haji yang sedang dirawat dapat segera sembuh dan kembali ke Banua,” kata Noor Fahmi.

Sekitar pukul 8:32 pagi, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA8217 membawa peziarah Kalimantan Selatan tiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Para peziarah yang bergabung dalam kelompok 017 berjumlah 324 orang, terdiri dari 152 pria dan 172 wanita. Mereka datang dari Tanah Laut 240 orang, Banjarmasin 47 orang, dan Barito Kuala 28 orang.

Kemudian, petugas daerah terdiri dari tiga orang, lima orang petugas, dan seorang peziarah dari Provinsi Kalimantan Tengah adalah mutasi dari kelompok ke-12.

Taiwan Menawarkan Kuota Haji ke Indonesia

Taiwan menawarkan kemudahan untuk melakukan Haji bagi orang-orang di Indonesia, menggunakan kuota kuota haji Taiwan.
Jack Chen-Huan Hsiao sebagai Direktur Divisi Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) Economic Division, menjelaskan bahwa meskipun Taiwan memiliki populasi Muslim, kebutuhan kuota haji tidak sepenting di Indonesia.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Umroh Murah Di JAKARTA

“Bagi Muslim Indonesia, untuk pergi untuk Haji ada batasan kuota setiap tahun. Di Indonesia mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk pergi. Sementara di Taiwan, kami juga memiliki banyak populasi Muslim, tetapi kami tidak memiliki kebutuhan mendesak untuk itu. , sehingga orang Indonesia dapat “Kuota kami digunakan untuk mendaftar Haji melalui Taiwan,” kata Jack Chen-Huan Hsiao, beberapa hari yang lalu, di Jakarta.

Ini, menurut dia, adalah bagian dari upaya Taiwan untuk menyediakan lingkungan yang ramah bagi umat Islam. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan dari negara-negara Muslim.

Sebagai informasi, Jessie Tseng sebagai Direktur Eksekutif Taiwan MEET mengatakan bahwa jumlah wisatawan Indonesia yang mengunjungi Taiwan pada tahun 2017 telah mencapai 190.000 wisatawan. Untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Indonesia, Dewan Pengembangan dan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA) pergi ke Jakarta untuk memamerkan dan membangun mitra bisnis dengan pengusaha Indonesia.

“Selain itu, juga untuk lebih mengenalkan lingkungan pameran di Taiwan ke Indonesia,” katanya.

Curhatan Jamaah Haji Sakit yang Ingin Pulang ke Kampung Halaman

Jamaah yang sakit mengaku merindukan kampung halaman mereka. Karena itu mereka berharap bisa segera dipulangkan. Salah satunya adalah Abidin dari Sulawesi Selatan yang merupakan anggota UPG 34 Group.

 

Satu bulan di Tanah Suci dia jatuh di kamar mandi di sebuah penginapan di Mekkah. Hingga saat ini para jamaah masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

Ia berharap bisa cepat kembali ke desanya di Jeneponto, Sulawesi Selatan. “Mudah-mudahan saya dapat dibantu untuk segera pulang ke rumah untuk menemui keluarga saya dan dirawat di rumah sakit di Ujung Pandang,” kata Zainal Abidin sebagaimana diinformasikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka kepada SINDOnews di Jakarta, Rabu (19/09/2018)

 

Begitu juga dengan Sri Utami dari embarkasi SOC yang ingin pulang bersama teman-teman sekelasnya. Dia ingin keluar dari KKHI Madinah dan kembali ke Solo untuk menemui cucunya.

 

“Saya merasa bahwa saya telah pulih. Saya ingin bertemu keluarga saya, cucu-cucu saya dan tetangga,” kata Utami sambil terisak.

 

Saat ini ia masih dirawat di Madinah KKHI karena ia ditemukan tidak sadarkan diri. “Saya lelah, saya juga punya gula darah tinggi dan tekanan darah. Saya juga kesulitan makan dan beribadah di masjid sampai saya kelelahan. Saya ingin cepat sembuh, segera menemukan cucu dan keluarga saya. Saya tidak ingin repot-repot orang, “tambahnya.

 

Sama seperti Muhammad Taufik dari Jakarta. Seharusnya kembali ke rumah pada tanggal 4 September. Tetapi karena kesehatannya terganggu, para jamaah memasuki KKHI.

 

“Sampai sekarang saya masih dirawat di Madinah, di rumah sakit Indonesia (KKHI-red). Mereka merawat dengan baik. Saya tidak sabar untuk kembali bertemu anak-anak saya. Ini karena saya mencintai mereka. Saya ingin menjadi cepat kembali. Semoga Tuhan memberikan cara terbaik untuk saya, “kata Taufik.

 

Abdul Hamid dari PLM 14 Kloter mengalami sesak napas saat mudik dan sekarang masih dirawat di Madinah KKHI. Istrinya telah kembali ke Palembang dan saat ini dia masih menunggu untuk kembali setelah kondisinya baik.

 

“Istri saya pulang pada hari Sabtu (15/9/2018). Saya tertinggal dan saya ingin pulang ke rumah tidak peduli apa. Sekarang saya menunggu kesehatan saya di sini, menunggu giliran untuk pulang ke Palembang. Saya punya Sesak nafas untuk bertepatan dengan pulang ke rumah. Saya sudah pulang, saya tiba-tiba mengalami sesak nafas, “kata Abdul Hamid.

 

Sementara Syahril dari BDJ 12 Group, kondisinya membaik setelah dirawat selama empat hari di KKHI. Menurut dia, dua hari sebelum kembali ke rumah sakit, dia ditinggalkan oleh kelompok penerbangannya.

 

Dia menderita sakit perut, mual, muntah, dan hampir pingsan. Ia sangat berharap cepat sembuh dan cepat kembali ke Indonesia

 

“Sudah empat hari di rumah sakit. Saya ketinggalan pesawat. Saya sudah tiba di Banjarmasin, saya tinggal sendiri, yang belum datang. Saya harap saya akan kembali ke Banjarmasin secepatnya,” kata Syahril.

 

Hingga hari ke 63 Haji Pengorganisasian Kesehatan di Arab Saudi atau 17 September 2018, ada 364 jamaah dan petugas armada Indonesia yang telah kembali ke Indonesia, atau 146.495 jamaah. Sementara gelombang kedua jamaah yang masih di Madinah adalah 146 (56.088 jamaah).

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

Ada 42 jamaah di Madinah KKHI yang masih dirawat. Total rujukan ke KKHI adalah 1.054 jamaah dengan total 495 rawat inap.

 

Sebanyak 30 orang masih dirawat di RSAS di Madinah. Sementara di KKHI Mekah tidak ada jamaah yang dirawat. Untuk jamaah yang dirawat di RSAS di Mekkah, ada 46 jamaah.

 

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusup Singka menegaskan bahwa tidak ada jemaat yang sakit yang ingin mati di Tanah Suci.

 

“Kongregasi ingin kembali ke Indonesia. Tidak ada yang mau mati di sini. Jemaat yang sakit dirawat dengan baik di KKHI atau di RSAS baik di Madinah atau di Mekah. Begitu kondisinya membaik, kami kembali ke Indonesia,” kata Eka.